Memanfaatkan buku KMS (kartu menuju sehat) sebagai sarana mengoptimalkan tumbuh kembang anak kita

KMS ( Kartu Menuju Sehat)

KMS, kartu menuju sehat merupakan salah satu alat pemantauan pertumbuhan anak, dengan memanfaatkan indikator pertumbuhan berupa berat badan perumur. KMS dapat berupa satu lembar kartu ataupun satu buah buku yang berisi informasi tentang bagaimana merawat anak kita. Pemanfaatan buku ini harus menjadi kompetensi dasar bagi semua petugas kesehatan dilini dasar, menurut saya hal inipun harus dapat diinformasikan kepada orang tua agar dapat secara mandiri melakukan interprestasi sehingga mencegah keterlambatan rujukan.

 

5 Meja POSYANDU

Pelayanan POSYANDU tidak dapat dilepaskan bila kita ingin memanfaatkan penggunaan KMS secara optimal, dimana 5 meja dari POSYANDU adalah :

—  Meja 1 : Pendaftaran; pada meja ini dilakukan pengisian data mengenai tanggal lahir dan umur anak serta menanyakan mengenai keluhan yang mungkin timbul dan hal penting yang sering dilupakan adalah mengenai surveilen atau deteksi gangguan pertumbuhan dan perkembangan secara kasar dengan memanfaatkan milestone perkembangan yang baku.

—  Meja 2:  Penimbangan; pada meja ini dilakukan penimbangan berat badan (BB), pengukuran tinggi/panjang badan (PB/TB), lingkar kepala(LK).

—  Meja 3:  Pencatatan; pada meja ini haru dilakukan plotting kekurva pertumbuhan yang sudah tersedia seperti BB/U dan setelah itu dilakukan interprestasi pertumbuhan. Penting untuk dapat dipahami mengenai arah garis pertumbuhan ( dijelaskan diartikel lain).

—   Meja 4:  Penyuluhan ; pada meja ini dilakukan pemberian jadwal vaksinasi yang terprogram dengan komunikasi yang baik dengan orang tua, melakukan penyuluhan tumbuh kembang, menjelaskan tehnik stimulasi dan bila perlu dilakukan intervensi untuk mencegah terjadinya keterlambatan perkembangan selanjutnya. Intervensi lebih lanjut perlu dilakukan rujukan ke rumah sakit tersier.

—  Meja 5:  Pelayanan Kesehatan; pada meja ini dilakukan tindakan vaksinasi dan pengobatan dasar.

Kesalahan yang sering terjadi

      Kesalahan yang sering terjadi dalam pelaksanaan ini adalah seringnya petugas dilapangan kesulitan membagi fungsi tersebut karena hanya seorang petugas saja yang bertanggung jawab terhadap pelaksanaan semua fungsi POSYANDU, disini dibutuhkan bantuan kader untuk memfasilitasi fungsi yang ada.

Kesalahan berikutnya adalah setelah dilakukan pengukuran BB dan TB, seringkali hanya dicatat pada buku catatan dan tidak dilakukan plotting sehingga tidak bisa dilakukan interprestasi dan ini cukup berpotensi menimbulkan kesalahan interprestasi, dimana petugas merasa BB bertambah setiap penimbangan tetapi bila dilihat arah pertumbuhannya adalah growth flatering (bertambah berat tidak sesuai garis pertumbuhan). Hal ini yang membuat banyak anak yang mengalami gizi kurang maupun gizi buruk tidak terdeteksi walaupun telah dilakukan timbang badan secara rutin.

Demikian adalah sekilas mengenai pemanfaatan buku KMS untuk menjaga tumbuh kembang anak kita lebih baik untuk mengawal tumbuh kembangnya menjadi optimal sesuai dengan potensi genetik mereka. Jadi marilah kita memahami dengan lebih lugas bagaimana memanfaatkan buku KMS tersebut.

About these ads

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.